Malam Penutupan KKN Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang Berlangsung Haru dan Penuh Keakraban


 Malam Penutupan KKN Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang Berlangsung Haru dan Penuh Keakraban

Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang menjadi saksi sebuah malam penuh kenangan dalam rangka Malam Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang, yang digelar pada Jum’at malam, 6 Februari 2026. Bertempat di halaman Posko Putri, kegiatan ini dimulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung dengan suasana hangat, meriah, sekaligus mengharukan.

Acara penutupan ini menjadi puncak dari rangkaian pengabdian mahasiswa selama menjalankan program KKN di Dusun Sumbersari. Sejak awal kegiatan, warga telah memadati area posko, mulai dari perangkat dusun, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga para guru, wali murid, serta warga RW 3 yang selama ini aktif mendukung seluruh kegiatan mahasiswa.

Malam kebersamaan tersebut dibuka dengan penampilan tari-tarian dari anak-anak SD Negeri 3 Jambangan. Penampilan ini terasa istimewa karena merupakan hasil latihan intensif selama kurang lebih dua minggu bersama mahasiswa KKN. Dengan balutan kostum sederhana namun penuh semangat, anak-anak menampilkan tarian dengan penuh percaya diri, disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin. Penampilan ini menjadi simbol nyata transfer pengetahuan dan kebersamaan antara mahasiswa dan anak-anak dusun.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Kelompok 7 KKN Universitas Wisnuwardhana Malang, Saudari Kusnul Chotima yang akrab dipanggil Debbi. Dalam sambutannya, Debbi menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan mendalam atas sambutan hangat, kerja sama, dan kolaborasi luar biasa yang diberikan oleh seluruh elemen masyarakat Dusun Sumbersari selama pelaksanaan KKN.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada warga, pemerintah dusun, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta lembaga pendidikan yang ada di Dusun Sumbersari yang telah menerima mahasiswa dengan penuh keramahan dan antusiasme. “Kami datang sebagai mahasiswa, tetapi pulang dengan membawa keluarga baru,” ungkap Debbi dengan suara bergetar.

Dalam kesempatan tersebut, Debbi juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat tutur kata, sikap, maupun tindakan dari mahasiswa yang kurang berkenan. Ia berharap seluruh pengalaman dan kebersamaan yang terjalin dapat menjadi kenangan baik bagi semua pihak.

Rangkaian acara berlanjut dengan penyerahan cendera mata secara simbolis dari mahasiswa KKN kepada warga Dusun Sumbersari sebagai tanda terima kasih dan kenang-kenangan atas kebersamaan yang telah terjalin.


Selanjutnya, Kepala Dusun Sumbersari, Bapak Sukirno, memberikan sambutan yang sarat makna. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada adik-adik mahasiswa KKN Kelompok 7 atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam melaksanakan berbagai program kerja bersama warga.

“Kami sangat merasakan kehadiran mahasiswa di dusun ini. Banyak hal positif yang ditinggalkan. Kami berharap penutupan ini bukan akhir dari silaturahmi, tetapi justru menjadi awal hubungan kekeluargaan yang lebih erat, meskipun ke depan kita tidak lagi bertemu setiap hari,” tutur Bapak Sukirno yang disambut anggukan haru para hadirin.

Suasana semakin emosional saat video dokumenter kegiatan KKN diputar. Video tersebut menampilkan perjalanan mahasiswa sejak kedatangan, pelaksanaan berbagai program, kebersamaan dengan warga, hingga momen-momen menjelang penutupan. Tawa dan isak haru bercampur menjadi satu, mengenang hari-hari yang telah dilalui bersama.

Sebagai penutup rangkaian hiburan, mahasiswa menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tarian khas Sumba yang dibawakan oleh mahasiswa asal Sumba, pertunjukan pencak silat, hingga Tari Banyuwangi yang juga melibatkan anak-anak KKN. Ragam budaya yang ditampilkan mencerminkan semangat kebhinekaan dan persatuan dalam pengabdian.

Acara yang dipandu dengan apik oleh Saudari Alfa Riza Ramadhani yang akrab dipanggil kak Alfa dan Irvan Maulana dari awal hingga akhir ini ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen kebersamaan yang tak terlupakan.

Di penghujung acara, suasana haru tak terbendung. Satu per satu undangan bersalam-salaman dengan mahasiswa. Beberapa warga bahkan tampak meneteskan air mata. “Kita belum siap pulang, Ketua,” gumam Alfred, salah satu anggota mahasiswa KKN, menggambarkan beratnya meninggalkan kehangatan masyarakat Sumbersari.

Malam penutupan ini bukan sekadar perpisahan, melainkan bukti bahwa KKN telah menumbuhkan ikatan emosional yang kuat. Mahasiswa KKN Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang pun berjanji akan segera berkunjung kembali, menjaga silaturahmi, dan membawa kenangan indah dari Dusun Sumbersari untuk selamanya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال