Mahasiswa KKN Kelompok 7 UMM Lakukan Kunjungan ke Sentra UMKM Desa Jambangan, Siapkan Katalog dan E-Katalog Produk Unggulan Desa
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui kegiatan kunjungan langsung ke sentra-sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di seluruh dusun di Desa Jambangan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan dokumentasi UMKM sebagai bahan utama penyusunan Katalog Produk UMKM Desa Jambangan serta E-Katalog UMKM berbasis digital. Program ini menjadi salah satu program kerja unggulan Kelompok 7 UMM karena dinilai memiliki dampak jangka panjang dalam mendukung promosi dan peningkatan produktivitas pelaku UMKM desa.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 7 dibagi menjadi empat tim kecil. Masing-masing tim bertugas mengunjungi tiga pelaku UMKM di setiap dusun. Metode ini dilakukan agar pendataan berjalan lebih efektif, merata, dan mendalam, baik dari sisi jenis produk, proses produksi, kapasitas usaha, hingga potensi pengembangan ke depan.
Hingga hari kedua pelaksanaan kegiatan, Sabtu, 7 Februari 2026, mahasiswa telah mengunjungi berbagai pelaku UMKM unggulan Desa Jambangan. Beberapa di antaranya meliputi sentra Opak, sentra Tempe dan Tahu, Kopi Srawung, Kopi Grangsil, perajin Pot Paras, Keripik Bukit Raya, serta sejumlah UMKM rumahan lainnya yang tersebar di tiap dusun. Setiap kunjungan dilakukan dengan wawancara langsung, pengambilan foto produk, dokumentasi proses produksi, serta pencatatan profil usaha secara detail.
Salah satu mahasiswa, Rifdah, anggota Tim 2 yang bertugas mengunjungi Kopi Grangsil, perajin Pot Paras, dan sentra Tempe-Tahu, mengungkapkan bahwa kegiatan lapangan ini memberikan banyak pengalaman dan tambahan ilmu. Menurutnya, kunjungan langsung ke pelaku UMKM membuka wawasan mahasiswa tentang proses produksi, tantangan pemasaran, serta ketekunan para pelaku usaha dalam mempertahankan kualitas produk lokal. “Kami belajar langsung dari pelaku UMKM, bukan hanya soal produk, tapi juga semangat dan konsistensi mereka dalam berusaha,” ungkap Rifdah.
Program penyusunan Katalog dan E-Katalog UMKM ini disambut baik oleh para pelaku usaha. Imam Asfali, pendamping sentra Tempe-Tahu Desa Jambangan, menyampaikan harapannya agar program ini benar-benar dapat terealisasi hingga tahap akhir. Ia mengungkapkan bahwa gagasan pembuatan katalog UMKM sebenarnya sudah beberapa kali dirintis, bahkan pernah hampir masuk tahap cetak, namun selalu terhenti karena keterbatasan anggaran. Kehadiran mahasiswa KKN UMM dinilai menjadi angin segar untuk mewujudkan harapan tersebut.
Penyusunan Katalog dan E-Katalog Produk UMKM memiliki fungsi strategis bagi peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM. Melalui katalog, produk UMKM dapat ditampilkan secara lebih profesional, terstruktur, dan mudah diakses oleh konsumen, baik dari dalam maupun luar desa. Katalog juga berfungsi sebagai media promosi resmi desa yang dapat digunakan dalam pameran, kerja sama antarwilayah, hingga pengajuan kemitraan dengan pihak swasta dan pemerintah.
Sementara itu, E-Katalog UMKM berbasis digital memungkinkan promosi produk dilakukan secara lebih luas melalui media sosial, website desa, dan platform daring lainnya. Dengan E-Katalog, pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada promosi konvensional, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih besar dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan volume penjualan, memperluas jaringan pemasaran, serta mendorong UMKM Desa Jambangan untuk naik kelas.
Mahasiswa KKN Kelompok 7 UMM menargetkan bahwa Desa Jambangan dapat menjadi satu-satunya desa di Kecamatan Dampit yang memiliki Katalog UMKM cetak dan E-Katalog digital yang terintegrasi. Program ini diharapkan tidak berhenti saat KKN berakhir, tetapi dapat terus dikembangkan dan diperbarui oleh pemerintah desa dan pelaku UMKM ke depannya.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM menjadi bukti nyata bahwa pengabdian perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi konkret dalam penguatan ekonomi desa. Desa Jambangan pun selangkah lebih maju dalam membangun identitasnya sebagai desa dengan UMKM yang terdata, terpromosikan, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Kontributor: Rifdah/UMM-7
