Kokoh Berdiri di Tengah Gotong Royong, Hari Kedua Pemasangan Gapura Dusun Sumbersari Penuh Semangat Kebersamaan
Suasana Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Selasa siang, 3 Februari 2025, tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Di pintu masuk dusun, deru mesin truk berpadu dengan suara warga yang saling memberi aba-aba. Matahari yang condong ke barat seolah menjadi saksi bagaimana semangat gotong royong kembali hidup dalam lanjutan pembangunan gapura kebanggaan warga Sumbersari.
Memasuki hari kedua pengerjaan, setelah pondasi gapura dinyatakan cukup kuat dan siap menopang struktur utama, pemerintah Dusun Sumbersari bersama warga dan mahasiswa KKN Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang melanjutkan tahap krusial: pemasangan tiang gapura serta pengecoran badan gapura. Tahap ini menjadi penentu wajah dan kekokohan gapura yang kelak akan berdiri sebagai penanda resmi pintu masuk dusun.
Tiang gapura yang telah disiapkan sebelumnya diangkut menggunakan mobil truk dari bengkel las milik Bapak Wahyu Cahyono. Proses pengangkutan dan pemasangan bukan perkara mudah. Material berukuran besar dan berat menuntut kehati-hatian ekstra. Armada truk milik Mas Anjar pun berperan penting, tidak hanya sebagai sarana angkut, tetapi juga dimanfaatkan langsung untuk membantu mengangkat dan memposisikan tiang agar tepat pada titik yang telah ditentukan.
Dengan aba-aba yang terkoordinasi, tiang gapura perlahan diangkat dan diposisikan. Warga, perangkat dusun, serta mahasiswa KKN bahu-membahu memastikan setiap langkah berjalan aman. Tidak ada yang berdiri sebagai penonton—semua larut dalam kerja bersama. Proses pemasangan dilakukan dengan penuh ketelitian, disusul pengecoran badan gapura yang menjadi pengikat kekuatan struktur.
Mahasiswa KKN Kelompok 7 Unidha Malang terlihat aktif mendampingi dan terlibat langsung di lapangan. Ketua Kelompok 7, Saudari Deby, setia mendampingi seluruh anggotanya sejak awal kegiatan hingga pekerjaan dihentikan pada pukul 16.30 WIB. Kehadirannya menjadi penguat semangat sekaligus simbol tanggung jawab mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini bukan sekadar membantu pembangunan fisik, tetapi juga menjadi ruang belajar nyata tentang nilai kebersamaan, koordinasi, dan arti kontribusi kecil yang berdampak besar. Sementara bagi warga, kehadiran mahasiswa membawa energi baru yang menyatu dengan kearifan lokal dan tradisi gotong royong yang telah lama dijaga.
Kegiatan sore itu semakin bermakna dengan kehadiran lengkap seluruh perangkat Dusun Sumbersari. Kepala Dusun Bapak Sukirno tampak berada di lokasi bersama Kebayan Bapak Misenan, Kepetengan Bapak Dedik, dan Modin Bapak Winarto. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai simbol kepemimpinan, tetapi juga wujud keterlibatan langsung pemerintah dusun dalam setiap proses pembangunan.
Turut hadir mendampingi warganya para tokoh masyarakat, antara lain Ketua RW 1, Ketua RW setempat, Ketua RT 2, dan Ketua RT 5. Sinergi yang terbangun antara perangkat dusun, tokoh masyarakat, warga, dan mahasiswa menciptakan suasana kerja yang solid dan penuh kekeluargaan.
Pembangunan gapura ini direncanakan akan berlanjut pada tahap pemasangan gawangan atas gapura dalam satu hingga dua hari ke depan. Harapannya, pada Kamis pagi, 5 Februari 2025, gapura masuk Dusun Sumbersari dapat selesai sepenuhnya dan berdiri kokoh menyambut siapa pun yang melintas.
Lebih dari sekadar bangunan, gapura ini menjadi simbol kebanggaan dan identitas Dusun Sumbersari. Ia merekam cerita tentang kerja bersama, tentang tangan-tangan yang saling membantu, dan tentang kolaborasi lintas generasi—pemerintah dusun, warga, dan mahasiswa—yang bersatu demi kemajuan dusun. Sebuah penanda bahwa Sumbersari bukan hanya memiliki gerbang fisik, tetapi juga pintu kebersamaan yang selalu terbuka.
- Author : Debby
- Foto by : Alfa