Kerja Bakti Pembersihan Makam Dusun Krajan, Wujud Kepedulian Warga Jaga Nilai Sejarah dan Kenyamanan Peziarah
Warga dusun Krajan, Desa Jambangan melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan makam umum yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan ini dikoordinir langsung oleh Bapak Jumar, Bapak Bais, dan Bapak Fatchur, serta melibatkan warga Dusun Krajan dari berbagai kalangan. Sejak pagi hari, warga dengan penuh antusias berkumpul untuk membersihkan area pemakaman dari sampah dan rumput liar yang mulai tumbuh lebat.
Kerja bakti ini dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga 10.00 WIB. Sejumlah peralatan sederhana seperti sabit, cangkul, sapu, dan alat semprot digunakan untuk membersihkan lingkungan makam. Sampah-sampah yang terkumpul kemudian dibakar di lokasi yang aman, sementara rumput liar disemprot menggunakan obat khusus untuk mengendalikan pertumbuhannya agar area makam tetap bersih dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kegiatan kerja bakti ini juga mendapat dukungan dari Mahasiswa KKN Kelompok 7 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Jambangan. Kehadiran mahasiswa KKN memberikan tambahan tenaga sekaligus semangat baru bagi warga. Mereka turut membantu membersihkan area makam, mengangkut sampah, serta berbaur langsung dengan masyarakat dalam suasana kebersamaan yang penuh keakraban.
Pemakaman umum Dusun Krajan sendiri memiliki nilai penting bagi masyarakat. Lokasinya berada di lingkungan RW 4, tepat di belakang Balai Desa Jambangan, serta terletak di pinggir jalan besar. Posisi strategis ini memudahkan para peziarah, baik dari dalam desa maupun luar desa, untuk berkunjung dan berziarah. Oleh karena itu, kebersihan dan kerapian makam menjadi perhatian bersama.
Lebih dari sekadar tempat pemakaman, kompleks makam Dusun Krajan juga menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Di lokasi ini bersemayam Mbah Delog Sarikerto, tokoh legendaris Desa Jambangan. Beliau dikenal sebagai salah satu kepala desa terdahulu yang berjasa besar dalam pembangunan desa, khususnya sebagai sosok yang memulai pembangunan Masjid Sarikerto. Hingga saat ini, masjid jami Desa Jambangan tetap dikenal dengan nama Masjid Sarikerto sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau.
Menurut para koordinator kegiatan, kerja bakti pembersihan makam ini merupakan kegiatan rutin yang terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus penghormatan kepada para leluhur. Lingkungan makam yang bersih dan terawat diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi peziarah serta menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga warisan sejarah desa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, semangat gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat Dusun Krajan kembali terjaga. Sinergi antara warga dan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang menjadi contoh nyata kolaborasi positif dalam membangun desa, tidak hanya secara fisik tetapi juga dalam menjaga nilai sosial, budaya, dan sejarah yang ada.
