Upacara Hardiknas 2 Mei di MI Wahid Hasyim Jambangan Berlangsung Khidmat, Teguhkan Semangat Pendidikan Nasional
Jambangan – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Wahid Hasyim Desa Jambangan menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 2 Mei 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut berjalan dengan tertib dan penuh khidmat, diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta tenaga kependidikan.
Upacara kali ini menjadi momen istimewa karena seluruh petugas upacara berasal dari siswa-siswi MI Wahid Hasyim yang telah dipersiapkan secara matang. Mereka menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa percaya diri yang tinggi selama pelaksanaan upacara.
Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Bu Niswatul Hamidah. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang makna peringatan Hari Pendidikan Nasional yang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan.
“Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum untuk merefleksikan kembali cita-cita Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang merata dan memanusiakan manusia,” ungkapnya di hadapan peserta upacara.
Adapun susunan petugas upacara terdiri dari Pemimpin Upacara Chika, pengibar bendera Aldo, Zidan, dan Hilmi yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dibawakan oleh Kayla, sementara teks Pancasila dibacakan oleh Salsa dengan suara lantang dan jelas. Tugas dirijen dipercayakan kepada Debi, yang dengan penuh semangat memimpin lagu kebangsaan, sedangkan Halimah bertugas sebagai protokol yang mengatur jalannya acara dengan tertib. Doa pada akhir upacara dipimpin oleh Harir dengan penuh khusyuk.
Seluruh petugas upacara siswa ini mendapatkan bimbingan langsung dari Bapak Ahmad Nurfahiem Ilmi, yang dengan sabar melatih dan mempersiapkan mereka sehingga mampu tampil maksimal pada hari pelaksanaan.
Dalam amanatnya, Bu Niswatul Hamidah juga menekankan bahwa di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, tujuan pendidikan tetaplah sama, yaitu membentuk manusia yang mandiri dan berkarakter.
“Meski zaman berubah dan teknologi berkembang, tujuan pendidikan tetap sama yakni membentuk manusia yang mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, namun tetap teguh berdiri di atas kekuatan sendiri. Mari kita terus belajar, bergerak, dan berbagi, karena sejatinya pendidikan adalah nafas dari kemajuan bangsa kita,” lanjutnya.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional sendiri memiliki nilai historis yang penting bagi bangsa Indonesia. Tanggal 2 Mei dipilih untuk mengenang hari lahir Ki Hajar Dewantara, yang dikenal sebagai pelopor pendidikan nasional. Beliau memperjuangkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berorientasi pada pembentukan karakter bangsa.
Hardiknas resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia pada tahun 1959 sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar beliau dalam dunia pendidikan. Semangat yang diwariskan Ki Hajar Dewantara, seperti semboyan “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”, hingga kini masih menjadi landasan dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Melalui pelaksanaan upacara Hardiknas ini, MI Wahid Hasyim berharap dapat menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, serta semangat belajar kepada para siswa. Keterlibatan aktif siswa sebagai petugas upacara juga menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang penting dalam membentuk generasi yang unggul dan berakhlak mulia.
Kegiatan upacara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar dunia pendidikan Indonesia semakin maju dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, mandiri, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
