Pemasangan Prasasti di Pintu Air Irigasi: Penanda Program Kerja Utama Telah Selesai
Jambangan, Dampit — Pembangunan pintu air irigasi yang menjadi program kerja utama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Jambangan kini resmi ditandai dengan pemasangan prasasti sebagai simbol selesainya kegiatan tersebut. Pemasangan prasasti ini bukan sekadar pelengkap fisik bangunan, tetapi menjadi penanda historis bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa telah melahirkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.
Prasasti dipasang tepat di area pintu air irigasi yang telah dibangun, sehingga setiap masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut dapat mengetahui latar belakang pembangunannya. Pada prasasti tersebut tercantum informasi mengenai program kerja KKN Kelompok 7 UMM, waktu pelaksanaan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam realisasi pembangunan. Keberadaan prasasti ini menjadi bukti dokumentatif bahwa program kerja utama telah terselesaikan dengan baik.
Sejak awal pelaksanaan KKN, pembangunan pintu air irigasi memang dirancang sebagai program prioritas. Hal ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan sistem pengairan yang lebih tertata dan merata. Sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian Desa Jambangan membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, salah satunya melalui pengaturan aliran air yang lebih efektif.
Setelah melalui proses observasi lapangan, diskusi internal mahasiswa, serta koordinasi bersama Pemerintah Desa Jambangan, pembangunan pintu air irigasi akhirnya direalisasikan. Mahasiswa KKN berperan aktif dalam proses pengerjaan dengan dukungan perangkat desa dan tenaga tukang agar pembangunan berjalan sesuai standar teknis. Tantangan seperti keterbatasan anggaran dan tenaga kerja tidak menyurutkan semangat kolaborasi yang telah terbangun.
Dengan selesainya pembangunan fisik, pemasangan prasasti menjadi momen simbolis yang mempertegas bahwa program kerja utama telah tuntas dilaksanakan. Lebih dari itu, prasasti ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam merawat fasilitas yang telah dibangun. Keberlanjutan manfaat pintu air irigasi sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkannya secara bijak.
Mewakili Pemerintah Desa Jambangan, Bapak Jumar selaku Kaur Perencanaan menyampaikan apresiasi atas terselesaikannya program tersebut. Beliau menyampaikan bahwa pembangunan pintu air irigasi beserta pemasangan prasasti menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Pemerintah desa berharap fasilitas ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan produktivitas pertanian.
Pemasangan prasasti juga memiliki nilai edukatif dan inspiratif. Generasi muda desa diharapkan dapat melihat bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian terhadap permasalahan sekitar. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga semangat pengabdian dan kolaborasi yang membangun.
Dengan berdirinya pintu air irigasi yang kini dilengkapi prasasti, Desa Jambangan memiliki satu lagi infrastruktur pendukung pertanian yang menjadi simbol kerja bersama. Prasasti tersebut akan menjadi pengingat bahwa pada tahun 2026, mahasiswa KKN Kelompok 7 UMM bersama Pemerintah Desa Jambangan telah berkontribusi dalam memperkuat sistem pengairan desa demi kesejahteraan masyarakat.
Kontributor: Mutti/UMM-7
.jpeg)