Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 7 Edukasi Bahaya Gadget bagi Kesehatan Mental Anak di Acara PKK Desa Jambangan
Dampit, Malang Selatan – Minggu 15 Februari, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 7 kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi yang menyasar para orang tua. Kali ini, mahasiswa KKN hadir sebagai tamu undangan sekaligus pemateri dalam kegiatan rutin Ibu-Ibu PKK Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Pada kesempatan tersebut, mereka mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan keluarga masa kini, yakni “Bahaya Gadget bagi Kesehatan Mental Anak.”
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Jambangan ini dihadiri oleh sekitar 60 anggota PKK. Sejak awal acara, suasana tampak hangat dan penuh antusias. Para ibu mengikuti jalannya kegiatan dengan serius, mengingat topik yang dibahas sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka sebagai orang tua di era digital.
Dalam pemaparannya, tim KKN UMM Kelompok 7 menjelaskan bahwa penggunaan gadget pada anak sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya negatif. Gadget dapat menjadi sarana belajar, hiburan, bahkan media untuk mengembangkan kreativitas. Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan berpotensi menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan mental anak.
Beberapa dampak yang disampaikan antara lain menurunnya kemampuan bersosialisasi karena anak lebih sering berinteraksi dengan layar dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, penggunaan gadget dalam durasi panjang dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, terutama ketika anak sudah terbiasa dengan konten yang serba cepat dan instan. Anak juga berisiko mengalami kecanduan, yang ditandai dengan rasa gelisah atau marah ketika gadget diambil atau dibatasi penggunaannya.
Mahasiswa KKN juga memaparkan potensi gangguan emosi pada anak akibat paparan konten yang tidak sesuai usia. Tanpa pengawasan orang tua, anak dapat dengan mudah mengakses informasi atau tayangan yang belum tentu mendukung tumbuh kembang psikologisnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, hingga hubungan sosial anak.
Materi disampaikan secara komunikatif dan sistematis menggunakan media presentasi yang sederhana namun informatif. Para mahasiswa berupaya menyajikan data dan contoh kasus yang mudah dipahami oleh peserta. Tidak hanya sekadar menyampaikan teori, mereka juga memberikan tips praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah.
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah peran sentral orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan gadget. Orang tua diharapkan tidak hanya memberi batasan waktu, tetapi juga aktif terlibat dalam memilihkan konten yang sesuai. Pembatasan durasi penggunaan gadget, misalnya maksimal satu hingga dua jam per hari sesuai usia anak, menjadi salah satu langkah preventif yang dianjurkan.
Selain itu, mahasiswa KKN mengajak para ibu untuk menyediakan alternatif kegiatan positif bagi anak, seperti bermain di luar rumah, membaca buku, mengikuti kegiatan keagamaan, atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Interaksi langsung dinilai sangat penting untuk membangun kecerdasan emosional dan keterampilan sosial anak.
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi bagian yang paling interaktif dalam kegiatan tersebut. Banyak ibu-ibu yang berbagi pengalaman tentang kesulitan mereka dalam membatasi penggunaan gadget pada anak, terutama ketika anak sudah terbiasa bermain gim atau menonton video daring setiap hari. Beberapa di antaranya juga mengaku merasa serba salah, karena di satu sisi gadget membantu anak belajar, namun di sisi lain menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjangnya.
Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN memberikan solusi yang realistis, seperti membuat kesepakatan bersama anak terkait jadwal penggunaan gadget, menerapkan aturan yang konsisten, serta memberi contoh yang baik dengan tidak terlalu sering menggunakan gadget di depan anak. Pendekatan komunikasi yang lembut namun tegas dinilai lebih efektif dibandingkan larangan yang bersifat mendadak atau tanpa penjelasan.
Kehadiran mahasiswa KKN UMM Kelompok 7 dalam kegiatan PKK Desa Jambangan mendapat apresiasi yang tinggi dari Ketua TP-PKK Desa Jambangan, Ibu Indah Suswati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi nyata mahasiswa selama melaksanakan KKN di Desa Jambangan.
Ibu Indah Suswati menilai bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi para orang tua saat ini. Menurutnya, edukasi mengenai dampak gadget terhadap kesehatan mental anak merupakan kebutuhan mendesak, mengingat hampir setiap keluarga kini tidak bisa lepas dari perangkat digital.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa KKN UMM di Desa Jambangan. Materi yang disampaikan hari ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan ibu-ibu PKK tentang pentingnya pengawasan penggunaan gadget pada anak. Semoga ilmu yang dibagikan bisa diterapkan di rumah masing-masing,” ujarnya.
Beliau juga berharap sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus terjalin, tidak hanya selama masa KKN berlangsung, tetapi juga pada kesempatan-kesempatan berikutnya. Kegiatan seperti ini dinilai mampu memperkuat peran PKK sebagai mitra pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas keluarga.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN UMM Kelompok 7 tidak hanya menjalankan program kerja semata, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental anak di tengah derasnya arus digitalisasi. Sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat desa menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi bersama.
Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu berbentuk pembangunan fisik, tetapi juga dapat berupa pembangunan kesadaran dan pengetahuan. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan anak-anak Desa Jambangan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehat secara fisik maupun mental, di era digital yang penuh tantangan.

