Lima Perusak Pahala Puasa Jadi Sorotan Tausiyah Ustadz Husni dalam Safari Ramadlan di Masjid Al Maulani Jegong

Lima Perusak Pahala Puasa Jadi Sorotan Tausiyah Ustadz Husni dalam Safari Ramadlan di Masjid Al Maulani Jegong

Jambangan – Kegiatan Safari Ramadlan yang digelar oleh Ranting Nahdlatul Ulama (NU) bersama Pemerintah Desa Jambangan berlangsung khidmat dan penuh makna di Masjid Al Maulani, Dusun Jegong. Acara yang dirangkai dengan sholat tarawih berjamaah ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergitas antara elemen keagamaan dan pemerintah desa dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan sholat Isya dan tarawih berjamaah yang diikuti oleh jamaah Masjid Al Maulani serta warga sekitar Dusun Jegong. Suasana Ramadlan yang penuh berkah terasa semakin hangat dengan kehadiran jajaran pengurus Ranting NU dan perangkat desa yang turut membaur bersama masyarakat.

Memasuki rangkaian acara inti, pembukaan dipandu oleh pembawa acara, Ustadz Azizun Mukhlis, yang dengan penuh khidmat mengatur jalannya kegiatan. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Safari Ramadlan sebagai ajang silaturahmi dan penguatan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat.

Sambutan pertama disampaikan oleh Takmir Masjid Al Maulani yang diwakili oleh Ustadz Slamet Rianto. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ranting NU dan Pemerintah Desa Jambangan di Masjid Al Maulani. Ia berharap kegiatan Safari Ramadlan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi penguat semangat kebersamaan dalam memakmurkan masjid dan membina generasi muda Islam di Dusun Jegong.

Selanjutnya, sambutan dari Ranting NU disampaikan oleh H. Fatchurrozy. Ia menegaskan pentingnya peran NU sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan, tetapi juga sosial kemasyarakatan. Menurutnya, Safari Ramadlan merupakan bagian dari upaya NU untuk hadir di tengah umat, memberikan penguatan spiritual sekaligus menjaga tradisi keislaman yang moderat dan penuh kesejukan.

Sambutan berikutnya datang dari Pemerintah Desa Jambangan yang disampaikan oleh Kepala Desa, Eko Budi Cahyono. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergitas antara Ranting NU dan Pemerintah Desa dalam membangun masyarakat yang harmonis dan religius. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara tokoh agama dan pemerintah desa merupakan kekuatan besar dalam menjaga kondusifitas lingkungan serta membina moral generasi muda. Pemerintah desa, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

Puncak acara Safari Ramadlan ini adalah tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Husni. Dalam ceramahnya yang penuh penekanan dan ketegasan, ia mengangkat tema tentang lima hal yang dapat merusak pahala puasa. Ia mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan perbuatan.

“Banyak orang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga,” ujar Ustadz Husni mengawali tausiyahnya.

Ia kemudian merinci lima perkara yang dapat menghilangkan atau merusak pahala puasa. Pertama adalah berbohong. Menurutnya, kebiasaan berdusta, sekecil apa pun, dapat menggerus nilai ibadah puasa. Kedua, ghibah atau menggunjing orang lain. Ia mengingatkan bahwa membicarakan keburukan orang lain sama halnya dengan memakan bangkai saudaranya sendiri.

Ketiga, adu domba atau namimah. Perilaku ini dinilai sangat berbahaya karena dapat memecah belah persaudaraan dan merusak keharmonisan masyarakat. Keempat, sumpah palsu, yang sering kali dianggap sepele tetapi sesungguhnya termasuk dosa besar. Dan yang kelima adalah menyebarkan fitnah, baik secara langsung maupun melalui media sosial, yang dapat menimbulkan keresahan dan perpecahan.

Ustadz Husni mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadlan sebagai momentum memperbaiki diri secara menyeluruh, tidak hanya dalam aspek ibadah ritual, tetapi juga dalam menjaga akhlak dan etika sosial. Ia menegaskan bahwa menjaga lisan dan hati merupakan kunci utama agar puasa yang dijalankan benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.

Kegiatan Safari Ramadlan di Masjid Al Maulani Dusun Jegong ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh Haji Anwar, memohon keberkahan dan kekuatan untuk terus menjaga ukhuwah serta meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kebersamaan yang semakin erat antara Ranting NU, Pemerintah Desa Jambangan, dan seluruh masyarakat dalam membangun desa yang religius, rukun, dan penuh keberkahan.


 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال