Kolaborasi KKN Kelompok 7 dengan Pemerintah Dusun Sumbersari Tuntaskan Misi Bangun Gapura Masuk Dusun

Kolaborasi KKN Kelompok 7 dengan Pemerintah Dusun Sumbersari Tuntaskan Misi Bangun Gapura Masuk Dusun Sumbersari

Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Kamis pagi, 5 Februari 2026, menjadi momentum penting yang akan dikenang oleh warga setempat. Pada hari itu, pembangunan gapura masuk Dusun Sumbersari resmi dituntaskan. Finishing pemasangan gawangan atas gapura menjadi penanda berakhirnya rangkaian pekerjaan yang selama beberapa hari terakhir melibatkan kerja keras, koordinasi, dan semangat gotong royong antara Mahasiswa KKN Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang, pemerintah dusun, serta warga Dusun Sumbersari.

Sejak pagi hari, suasana di pintu masuk dusun tampak berbeda dari biasanya. Warga berdatangan, perangkat dusun hadir lengkap, dan mahasiswa KKN bersiap menyelesaikan tahap akhir pembangunan. Finishing gapura ini menjadi puncak dari proses panjang yang telah dimulai sejak pengerjaan pondasi, pemasangan tiang utama, pengecoran badan gapura, hingga akhirnya bagian atas gapura dipasang secara presisi dan aman.

Pemasangan gawangan atas gapura dilakukan dengan kehati-hatian tinggi. Selain berada pada posisi ketinggian, bagian ini merupakan elemen penting yang menentukan estetika dan kekuatan struktur gapura secara keseluruhan. Setiap langkah dilakukan secara terkoordinasi, dengan memperhatikan aspek keselamatan dan ketepatan pemasangan. Kerja sama yang solid antara mahasiswa, warga, dan perangkat dusun membuat proses finishing berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Mahasiswa KKN Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang kembali menunjukkan peran aktifnya dalam penyelesaian program kerja ini. Ketua Kelompok 7, Saudari Khusnul Chotima yang akrab dipanggil Deby, tampak mendampingi seluruh anggota kelompok sejak awal hingga akhir kegiatan. Pendampingan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen mahasiswa untuk menuntaskan program kerja yang telah dirancang sejak awal penempatan KKN di Dusun Sumbersari.

Bagi para mahasiswa, pembangunan gapura ini merupakan program kerja terberat selama masa KKN. Tidak hanya membutuhkan tenaga fisik, tetapi juga menuntut kemampuan koordinasi, komunikasi dengan masyarakat, serta penyesuaian terhadap kondisi lapangan. Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga tentang bagaimana sebuah pembangunan desa tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.

Kolaborasi erat dengan pemerintah Dusun Sumbersari menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan gapura ini. Kepala Dusun Sumbersari, Bapak Sukirno, bersama jajaran perangkat dusun yang terdiri dari Kebayan Bapak Misenan, Kepetengan Bapak Dedik, dan Modin Bapak Winarto, turut hadir memantau langsung proses finishing. Kehadiran perangkat dusun tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga wujud dukungan penuh terhadap kegiatan mahasiswa KKN serta komitmen bersama dalam membangun fasilitas dusun.

Selain itu, peran tokoh masyarakat dan warga Dusun Sumbersari juga sangat terasa. Ketua RW dan para Ketua RT setempat hadir mendampingi warganya dan ikut memastikan seluruh proses berjalan dengan aman dan tertib. Warga terlibat langsung sejak awal pembangunan, mulai dari membantu penggalian pondasi, pengangkutan material, hingga pemasangan gapura. Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi cerminan kuatnya solidaritas sosial di Dusun Sumbersari.

Dengan selesainya pemasangan gawangan atas, gapura masuk Dusun Sumbersari kini berdiri utuh dan kokoh. Meski demikian, terdapat beberapa catatan teknis yang menjadi bagian dari keterbatasan waktu pelaksanaan KKN. Tulisan nama dusun pada bagian depan gapura saat ini masih menggunakan banner sementara. Banner tersebut dipasang agar identitas Dusun Sumbersari tetap dapat terbaca dengan jelas oleh masyarakat dan pengguna jalan, sembari menunggu pembuatan tulisan permanen yang direncanakan akan dilakukan di kemudian hari.

Menariknya, di bagian belakang gapura telah dipasang sebuah prasasti. Prasasti tersebut memuat keterangan bahwa pembangunan gapura masuk Dusun Sumbersari merupakan sumbangsih Mahasiswa KKN Universitas Wisnuwardhana Malang Kelompok 7 yang berkolaborasi dengan pemerintah dusun serta warga Dusun Sumbersari. Prasasti ini menjadi penanda sejarah sekaligus simbol apresiasi atas kerja sama lintas elemen yang telah terjalin selama proses pembangunan.

Gapura ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda wilayah administratif, tetapi juga memiliki makna simbolis yang kuat. Ia menjadi wajah baru Dusun Sumbersari, sekaligus representasi identitas dan kebanggaan warga. Lebih dari itu, gapura ini merekam cerita tentang kebersamaan, kerja keras, dan semangat saling membantu antara mahasiswa, pemerintah dusun, dan masyarakat.

Bagi Mahasiswa KKN Kelompok 7 Universitas Wisnuwardhana Malang, rampungnya pembangunan gapura ini menandai tuntasnya misi besar selama masa pengabdian. Program kerja yang semula terasa berat akhirnya dapat diselesaikan dengan hasil nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam memahami peran akademisi di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, bagi warga Dusun Sumbersari, gapura yang kini berdiri di pintu masuk dusun menjadi simbol harapan dan kemajuan. Ia tidak hanya menyambut setiap orang yang datang, tetapi juga menjadi pengingat bahwa melalui kolaborasi dan gotong royong, masyarakat mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan bermakna bagi generasi mendatang.

 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال