Di Persimpangan Sunyi: Refleksi Akhir Tahun KIM Wonderful Jambangan Menuju 2026
JAMBANGAN, DAMPIT – Ketika kalender 2025 mulai menipis dan embusan angin penghujung tahun menyapu sudut-sudut Desa Jambangan, ada sebuah jeda yang tercipta. Sebuah jeda untuk menarik napas dalam-dalam, menatap jejak kaki yang tertinggal di belakang, dan bertanya pada nurani: Sejauh mana kita telah melangkah, dan apakah arah yang kita tuju masih memiliki makna?
Bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Wonderful Jambangan, pergantian tahun menuju 2026 bukan sekadar ritual angka. Ia adalah ruang pengakuan yang sarat dengan keringat, luka yang belum sepenuhnya kering, namun juga sisa-sisa harapan yang menolak untuk mati.
Lahir dari Cinta, Bertahan dalam Badai
Masih lekat dalam ingatan, awal Maret 2023 menjadi titik nol. Sekelompok pemuda dengan api yang menyala di dada sepakat untuk bergerak. Mereka ingin Desa Jambangan—tanah kelahiran mereka di Kecamatan Dampit—tidak hanya dikenal secara fisik, tapi juga bersinar di jagat digital. Tanggal 11 Juni 2023, restu formal turun melalui SK Kepala Desa, disusul peluncuran megah pada 13 Juli 2023.
Niatnya mulia dan murni: menjadi jembatan literasi, mengangkat potensi dari empat dusun—Jegong, Krajan, Sumbersari, hingga Grangsil—dan menjadi jendela informasi yang jernih. Dengan segala keterbatasan, mereka berjibaku mengelola Instagram, TikTok, YouTube, hingga website desa. Namun, perjalanan hampir tiga tahun ini bukanlah karpet merah yang bertabur bunga. Ia adalah jalan setapak berbatu yang penuh duka.
Ironi "Humas" yang Terasing
Dramaturgi KIM Wonderful Jambangan mencapai titik paling satir ketika mereka menyandang status sebagai "Humas Desa". Di berbagai forum, mereka dipuji sebagai corong pemerintah desa. Namun, di balik panggung, kenyataannya begitu getir: mereka adalah juru bicara yang tak pernah diberi naskah.
KIM seolah dipaksa "mandul". Akses informasi ditutup rapat, keterlibatan dalam kegiatan penting desa menjadi barang langka, dan permintaan alat penunjang—yang merupakan nyawa dari produksi konten—hanya berakhir sebagai angin lalu. Komunikasi yang membeku dan respons yang lamban dari pihak pembina (pemerintah desa) menciptakan jurang yang kian lebar.
Dukungan yang disebut "setengah hati" ini menciptakan sebuah paradox yang menyakitkan. Di satu sisi, prestasi KIM Wonderful Jambangan telah melambung hingga tingkat Kabupaten Malang, namun di sisi lain, di rumah sendiri, mereka justru kerap menerima senyum sinis dan apresiasi yang sepi.
Puncak Keputusasaan di Pertengahan 2025
Memasuki pertengahan 2025, keretakan itu mulai terlihat jelas. Satu per satu anggota mulai undur diri dari grup koordinasi. Ada yang pergi karena jenuh, ada yang memilih pamit karena merasa pengabdiannya tak lagi dianggap berharga.
Masyarakat pun terbelah dalam melihat fenomena ini. Sebagian merasa kehilangan benteng informasi dan penjaga hoaks desa. Namun, sebagian lainnya justru tertawa getir sambil berbisik, "Sudah saya duga, mereka tak akan kuat melawan sistem yang hari ini berjalan." Kalimat itu tajam, menusuk tepat di jantung para relawan yang masih bertahan.
2026: Resolusi Sebuah "Langkah Sunyi"
Menghadapi 2026, KIM Wonderful Jambangan memilih untuk tidak menyerah pada kepahitan. Sebuah kutipan menjadi mantra penguat: "Hidup yang dipenuhi kemudahan adalah hidup yang tak layak untuk dijalani."
Mulai pertengahan Desember 2025, sebuah keputusan radikal diambil. Admin KIM memutuskan untuk melepaskan diri dari beban pemberitaan kepemerintahan desa yang selama ini seolah tak menginginkan kehadiran mereka. Sebuah blog baru dirilis sebagai simbol kemerdekaan informasi.
Resolusi 2026 bukanlah tentang mengejar validasi dari pemangku kebijakan yang menutup mata. Tahun 2026 adalah tentang:
Kembali ke Akar: Memposisikan diri sepenuhnya sebagai penyambung lidah masyarakat, dari warga untuk warga.
Kemandirian Literasi: Membangun ekosistem informasi yang tidak bergantung pada "belas kasihan" birokrasi yang birokratis.
Menata Luka: Memperkuat soliditas internal dan merangkul kembali semangat kepemudaan yang sempat tercerai-berai.
Ini adalah sebuah langkah sunyi, sebuah protes dalam diam, namun penuh dengan kesadaran penuh. Mereka tidak lagi berharap pada "keajaiban" perubahan kebijakan, melainkan percaya pada kerja-kerja kecil yang jujur.
Selamat Datang Masa Depan
Segenap keluarga besar KIM Wonderful Jambangan mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh warga Desa Jambangan.
Semoga tahun depan bukan hanya membawa kesehatan, tetapi juga keberanian bagi kita semua untuk berubah. Semoga ruang dialog yang lebih manusiawi segera terbuka, agar Desa Jambangan bukan hanya indah di nama, tapi juga berkeadaban dalam tindakan.
Sebab pada akhirnya, pengabdian sejati bukanlah tentang siapa yang memberi instruksi, melainkan tentang siapa yang tetap berdiri tegak demi kepentingan orang banyak, meski tanpa sandaran.

