Jambangan, Dampit – Mahasiswa Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah Sosialisasi Ergonomi bagi Pelaku UMKM Opak Gambir di Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya penerapan prinsip ergonomi dalam aktivitas kerja guna menjaga kesehatan, keselamatan, serta meningkatkan produktivitas usaha.
Program sosialisasi tersebut dilaksanakan di UMKM Opak Gambir milik Ibu Puput sebagai salah satu usaha rumahan yang telah berkembang di Desa Jambangan. Selama ini proses produksi opak gambir masih banyak dilakukan secara manual, mulai dari pengolahan bahan baku, pencetakan, penjemuran, hingga pengemasan produk. Aktivitas yang dilakukan secara berulang dalam waktu yang cukup lama berpotensi menyebabkan gangguan pada sistem otot dan rangka atau Musculoskeletal Disorders (MSDs), terutama apabila pekerja menggunakan postur tubuh yang kurang tepat saat bekerja.
Program ini dilaksanakan oleh Tim BBM Universitas Negeri Malang yang dikoordinatori oleh Halmar Zhofrul Hibban bersama para anggota, yaitu Inez Esa Renata, Mochammad Faiz Aradhana, Mochammad Fernandito Chandra Wardhana, Mochammad Ridlo Sahlun F., Muhammad Awliya Rachman, Muhammad Bahij Machally Fikri, Muhammad Ilham Ramadhan, Muhammad Rayhan Arkyanu, Nadya Anastasya Br Tarigan, Najwa Lailin Nisfi Wuliyan, Mochammad Alwi Asshiddiq, dan Rizwar Maulana. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja UMKM yang lebih sehat dan produktif.
Kegiatan diawali dengan observasi langsung terhadap seluruh tahapan proses produksi di UMKM Opak Gambir. Mahasiswa mengamati posisi kerja para pelaku usaha saat mengolah adonan, mencetak opak, mengangkat bahan, hingga melakukan proses pengemasan. Observasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kebiasaan kerja yang berpotensi menimbulkan keluhan kesehatan akibat postur tubuh yang tidak ergonomis.
Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian aktivitas produksi dilakukan dengan posisi duduk maupun membungkuk dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, beberapa pekerjaan juga dilakukan secara berulang sehingga dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan pada bagian leher, bahu, punggung, pinggang, hingga pergelangan tangan. Temuan tersebut kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan materi sosialisasi sehingga informasi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi nyata yang dihadapi pelaku UMKM.
Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa BBM menjelaskan konsep dasar ergonomi beserta manfaat penerapannya dalam dunia usaha. Peserta diberikan pemahaman mengenai penyebab terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs), dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari postur kerja yang kurang tepat, serta berbagai langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko cedera. Mahasiswa juga memberikan contoh posisi duduk dan berdiri yang benar, pentingnya melakukan peregangan otot secara berkala, mengatur tinggi meja kerja agar sesuai dengan postur tubuh, serta pentingnya memberikan waktu istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas produksi.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Pelaku UMKM tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan serta aktif berdiskusi mengenai berbagai kendala yang mereka alami selama menjalankan proses produksi. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa memberikan berbagai rekomendasi sederhana yang dapat diterapkan tanpa memerlukan biaya besar, namun mampu memberikan manfaat besar bagi kesehatan pekerja dalam jangka panjang.
Ibu Puput selaku pemilik UMKM Opak Gambir menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program sosialisasi tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan memberikan wawasan baru mengenai pentingnya menjaga kesehatan kerja selama menjalankan usaha. Selama ini perhatian pelaku usaha lebih banyak difokuskan pada kualitas produk dan kelancaran proses produksi, sementara aspek kesehatan pekerja masih belum menjadi perhatian utama. Dengan adanya edukasi ini, dirinya menjadi lebih memahami bahwa menjaga postur tubuh saat bekerja merupakan investasi penting untuk mempertahankan produktivitas usaha.
Kepala Desa Jambangan, Eko Budi Cahyono, ST, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa BBM Universitas Negeri Malang. Menurutnya, program seperti ini sangat bermanfaat karena mampu memberikan pengetahuan baru yang langsung dapat diterapkan oleh masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik mahasiswa BBM Universitas Negeri Malang yang telah menghadirkan sosialisasi ergonomi bagi pelaku UMKM di Desa Jambangan. Semoga ilmu yang telah diberikan dapat menambah semangat para pelaku usaha untuk terus berkembang, meningkatkan produktivitas, serta menjaga kesehatan selama bekerja sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan," ujar Eko Budi Cahyono, ST.
Program Sosialisasi Ergonomi ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa BBM Universitas Negeri Malang terhadap pengembangan UMKM yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan keselamatan para pelaku usahanya. Mahasiswa berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari sehingga mampu mengurangi risiko cedera akibat pekerjaan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat serta nyaman.
Melalui kegiatan ini pula terjalin sinergi yang baik antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. Kehadiran mahasiswa BBM diharapkan mampu memberikan manfaat nyata melalui transfer ilmu pengetahuan yang aplikatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan penerapan prinsip ergonomi secara berkelanjutan, UMKM Opak Gambir di Desa Jambangan diharapkan dapat terus berkembang menjadi usaha yang lebih sehat, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM mampu menciptakan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

