Gotong Royong Warga RT 23 RW 5 Sumbersari Bangun Akses Jalan Tembus untuk Dukung Mobilitas Warga


Gotong Royong Warga RT 23 RW 5 Sumbersari Bangun Akses Jalan Tembus untuk Dukung Petani Bunga

JAMBANGAN – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh warga RT 23 RW 5 Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, melalui kegiatan kerja bakti gotong royong yang dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026. Kegiatan ini difokuskan pada pembangunan jalan tanah yang menghubungkan jalur alternatif menuju wilayah Grangsil.

Kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh Ketua RT 23, Bapak Mariono, dan turut dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat, yakni Bapak Satar dan Bapak Kariono. Selain itu, Kepala Dusun Sumbersari, Bapak Sukirno, bersama perangkat desa Bapak Winarto juga turut hadir mendampingi serta memberikan dukungan moril kepada warga yang terlibat.

Jalan yang dibangun merupakan akses tembus yang menghubungkan jalur alternatif dari sisi barat Dusun Sumbersari menuju jalan rabat beton yang tersambung ke Kampung Bunga di Dusun Grangsil. Meskipun panjang jalan yang dikerjakan tidak terlalu panjang, keberadaannya dinilai sangat strategis dan bermanfaat bagi aktivitas warga, khususnya para petani bunga.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar warga RT 23 dan wilayah sekitarnya menggantungkan mata pencaharian sebagai petani bunga. Dusun Sumbersari sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan penyangga produksi bunga di daerah tersebut. Dengan adanya akses jalan baru ini, diharapkan mobilitas angkutan bibit bunga menjadi lebih mudah, efisien, dan cepat, sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta distribusi hasil pertanian warga.

Ketua RT 23, Bapak Mariono, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan bersama warga yang melihat pentingnya akses jalan sebagai penunjang aktivitas ekonomi. “Ini murni swadaya dan gotong royong warga. Kami ingin mempermudah akses angkutan bibit bunga, karena selama ini jalurnya cukup terbatas,” ujarnya.

Senada dengan itu, tokoh masyarakat Bapak Satar menambahkan bahwa semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijaga. Menurutnya, pembangunan tidak selalu harus bergantung pada bantuan pemerintah, melainkan bisa dimulai dari kesadaran dan kepedulian masyarakat itu sendiri. “Kalau warga kompak, pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Sumbersari, Bapak Sukirno, mengapresiasi inisiatif warga RT 23 yang telah menunjukkan semangat gotong royong dalam membangun lingkungannya. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun kemandirian desa.

Kegiatan kerja bakti ini berlangsung dengan penuh kekompakan. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda hingga orang tua, bahu-membahu mengerjakan perataan tanah, pembersihan jalur, serta penguatan badan jalan agar dapat dilalui kendaraan angkut. Suasana kebersamaan tampak kental, mencerminkan nilai-nilai sosial yang masih terjaga di tengah masyarakat.

Di akhir kegiatan, warga berharap agar jalan yang telah dibangun ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas pertanian bunga yang menjadi tulang punggung ekonomi warga.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, kegiatan ini menjadi bukti nyata pentingnya inisiatif masyarakat dalam membangun lingkungannya secara mandiri. Di tengah perubahan kebijakan pemerintah, dimana program dana desa saat ini lebih diprioritaskan pada pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan, peran aktif warga dalam pembangunan sarana prasarana menjadi semakin penting. Gotong royong dan swadaya masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan desa, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepemilikan terhadap hasil pembangunan yang telah dicapai bersama.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال