Masjid Baitunnajah Menjadi Tempat Gelaran Tahlil Akbar dan Istighosah Qubro Dusun Sumbersari
MALANG – Masjid Baitunnajah yang berada di RT 24 RW 05, Dusun Sumbersari, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, pada Minggu (19/7/2026) menjadi tempat gelaran rutinan Tahlil Akbar dan Istighosah Qubro sedusun Sumbersari. Ratusan jamaah dari berbagai lingkungan di Dusun Sumbersari memadati lokasi untuk mengikuti Tahlil Akbar dan Istighosah Qubro, sebuah kegiatan keagamaan yang telah menjadi agenda rutin masyarakat sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keimanan, sekaligus memperkokoh persatuan dan kebersamaan warga.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Masjid Baitunnajah tersebut berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Sejak siang hari, jamaah mulai berdatangan dari berbagai jamaah Tahlil di Dusun Sumbersari. Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, ibu-ibu Muslimat NU, Fatayat NU, hingga anak ranting NU Dusun Sumbersari, menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan pra-acara berupa pembacaan sholawat bersama yang dipimpin oleh Majelis Sholawat Nurul Mustofa Sumbersari. Lantunan sholawat yang menggema di sekitar masjid menciptakan suasana yang menyejukkan hati dan membawa jamaah larut dalam kecintaan kepada Rasulullah SAW sebelum memasuki acara inti.
Acara resmi kemudian dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dipimpin oleh Sahabat iCha selaku pembawa acara. Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an disampaikan dengan merdu oleh Sahabat Alfiatu Nur Faizah, yang semakin menambah kekhidmatan seluruh rangkaian kegiatan. Sebagai tuan rumah yakni jamaah tahlil Muslimat pimpinan Ibu Ike Sulistyowati.
Memasuki acara inti, seluruh jamaah mengikuti Istighosah dan Tahlil Qubro yang dipimpin oleh Ustadzah Rianah. Dengan penuh kekhusyukan, para jamaah melantunkan dzikir, tahlil, serta doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta ketenteraman bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Jambangan, Eko Budi Cahyono, ST, hadir mewakili jajaran Pemerintah Desa Jambangan dan memberikan sambutan di hadapan seluruh jamaah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti Tahlil Akbar dan Istighosah Qubro memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat karakter masyarakat yang religius.
Beliau berharap semangat guyub rukun yang selama ini terjalin di tengah masyarakat Dusun Sumbersari dapat terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan keagamaan merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung pembangunan desa dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Eko Budi Cahyono, ST juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya Muslimat NU, Fatayat NU, serta Anak Ranting NU Dusun Sumbersari, yang selama ini menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong dalam menyelenggarakan kegiatan rutin Tahlil Akbar dan Istighosah Qubro. Berkat kerja sama yang baik antarorganisasi keagamaan tersebut, kegiatan dapat berlangsung secara tertib, lancar, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ustadz Eko Wahyono yang menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat atas terselenggaranya berbagai kegiatan keagamaan selama bulan Muharam, termasuk santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Ia berharap momentum Tahun Baru Islam dapat menjadi penguat semangat berbagi, mempererat kepedulian sosial, serta meningkatkan rasa persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat.
Puncak kegiatan diisi dengan Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh KH Anas Fauzy dari Jabung, Kabupaten Malang. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk terus semangat dalam menuntut ilmu agama sebagai bekal menjalani kehidupan di dunia maupun di akhirat.
KH Anas Fauzy menjelaskan bahwa terdapat tiga modal utama dalam belajar agama atau ngaji, yaitu atine (hati), pikirane (pikiran), dan lakune (perilaku). Hati yang bersih akan memudahkan seseorang menerima ilmu dengan ikhlas. Pikiran yang terbuka akan membantu memahami ilmu secara benar dan bijaksana. Sedangkan perilaku yang baik merupakan bukti nyata bahwa ilmu yang dimiliki benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau menegaskan bahwa keberhasilan seseorang dalam menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kebersihan hati, kesungguhan dalam berpikir, dan konsistensi dalam mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Pesan tersebut disambut antusias oleh jamaah yang menyimak tausiyah dengan penuh perhatian.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH Anas Fauzy. Doa dipanjatkan agar Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kesehatan, keselamatan, persatuan, serta kedamaian bagi seluruh masyarakat Dusun Sumbersari dan Desa Jambangan.
Melalui penyelenggaraan Tahlil Akbar dan Istighosah Qubro di Masjid Baitunnajah ini, masyarakat Dusun Sumbersari kembali menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan semangat ukhuwah Islamiyah masih terpelihara dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah memperkuat spiritualitas umat, tetapi juga menjadi media mempererat hubungan antarmasyarakat, memperkuat sinergi antara tokoh agama, organisasi keagamaan, dan pemerintah desa, sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, damai, religius, serta senantiasa menjunjung tinggi semangat persatuan dan kebersamaan.
Credit-foto: @wonderfuljambangan
